Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Desember 2012

Fungsi-fungsi String di PHP

Rangkaian fungsi yang kita bahas pada sesi ini adalah fungsi-fungsi String, yang digunakan untuk mengolah tipe data string atau memberikan tampilan dengan format tertentu. Beberapa fungsi-fungsi string yang akan kita bahas adalah:
Fungsi Echo() dan Print()
Fungsi ini merupakan fungsi yang sangat sering dijumpai dalam PHP, karena fungsi ini digunakan untuk menampilkan suatu string atau teks ke browser. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
Echo(string)
Print(string)
Tentunya Anda sudah tidak asing lagi mengenai penggunaan fungsi-fungsi tersebut, karena pada artikel-artikel sebelumnya sudah sangat sering digunakan sebagai contoh.
Fungsi Printf() dan Sprint()
Kedua fungsi ini digunakan untuk menampilkan output ke browser dengan format tertentu. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
Printf(format[,argumen])
Sprintf(format[,argumen])
Parameter format selalu ditandai dengan karakter persen (%), kemudian diikuti oleh karakter tertentu yang memberikan spesifikasi untuk memberikan hasil dengan format tertentu. Karakter pemberi spesifikasi tersebut adalah:
KarakterKeterangan
bArgumen diperlakukan sebagai integer, dan ditampilkan sebagai angka biner. 
cArgumen diperlakukan sebagai integer, dan ditampilkan sebagai karakter dengan nilai ASCIInya. 
dArgumen diperlakukan sebagai integer, dan ditampilkan sebagai angka desimal. 
fArgumen diperlakukan sebagai double, dan ditampilkan sebagai angka floating point. 
oArgumen diperlakukan sebagai integer, dan ditampilkan sebagai bilangan oktal. 
sArgumen diperlakukan dan ditampilkan sebagai string. 
xArgumen diperlakukan sebagai integer dan ditampilkan sebagai angka heksadesimal (dengan huruf kecil). 
XArgumen diperlakukan sebagai integer dan ditampilkan sebagai angka heksadesimal (dengan huruf besar).
Contoh:
$angka1 = 68.75;
$angka2 = 54.35;
$angka = $angka1 + $angka2;
// echo $angka akan menghasilkan "123.1";
$format = sprintf ("%01.2f", $angka);
// echo $format akan menghasilkan "123.10"
Diantara karakter % dan karakter pemberi spesifikasi juga dapat disisipkan angka. Angka di depan karakter pemberi spesifikasi menunjukkan jumlah digit atau jumlah karakter (minimum) yang akan ditampilkan. Jika ada angka titik, berarti hal tersebut menunjukkan jumlah angka di belakang koma. Misalnya “%01.2f” menunjukkan bahwa bilangan tersebut ditampilkan sebagai floating point dan harus ada 2 angka di belakang koma yang ditampilkan, “%02d” menunjukkan bahwa bilangan tersebut ditampilkan sebagai integer dan harus ada 2 angka yang ditampilkan, jadi jika hanya terdapat angka 8, akan diubah menjadi 08.
Contoh:
$year = 1982;
$month = 2;
$day = 27;
$tanggal = sprintf ("%04d-%02d-%02d", $year, $month, $day);
// echo $tanggal akan menghasilkan "1982-02-27"

Fungsi Htmlentities()
Fungsi ini digunakan untuk menghentikan proses penerjemaahan tag HTML oleh browser, sehingga tag HTML akan dibiarkan muncul seperti apa adanya, tanpa diterjemahkan oleh browser. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
Htmlentities(string)
Contoh:
<?php
$str = "<a href='test.htm'> Klik Di Sini </a>";
$hasil = htmlentities($str);
echo "$str";
echo "$hasil";
?>
Jika variabel $str langsung dikenai fungsi echo(), maka yang muncul adalah link yang bertuliskan "Klik Di Sini", tapi jika dikenai htmlentities() terlebih dahulu seperti yang ditunjukkan oleh variabel $hasil, maka yang muncul adalah "<a href='test.htm'> Klik Di Sini </a>".
Hal seperti ini berguna misalnya jika kita hendak menampilkan tutorial penggunaan HTML dalam bentuk file HTML juga. Seperti contoh tersebut, misalnya kita hendak memberi pelajaran bagaimana membuat sebuah link. Jika hendak menuliskan "<a href='test.htm'> Klik Di Sini </a>" tanpa diterjemahkan oleh browser, maka kita harus menuliskannya sebagai berikut:
<a href='test.htm' > Klik Di Sini </a>
Tentunya sangat sulit dan menyita waktu bukan? Htmlentities() akan mempermudah pekerjaan kita.
Fungsi Strstr(), Stristr(), dan Strchr()
Ketiga fungsi ini digunakan untuk mencari keberadaan suatu string di dalam string lain. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
Strstr(tujuan,pencari)
Stristr(tujuan,pencari)
Strchr(tujuan,pencari)
Dari ketiga fungsi tersebut, hanya stristr() yang tidak bersifat case sensitive. Parameter tujuan adalah string yang dicari oleh pencari. Hasil yang didapat adalah mulai dari karakter pencari pertama yang ditemukan sampai akhir string tujuan. Jika string pencari tidak terdapat pada string tujuan, maka fungsi akan menghasilkan nilai False.
Contoh:
$email = " user@domain.com";
$domain = strstr($email,'@');
echo $domain;
akan menghasilkan "@domain.com"

Fungsi Strlen()
Fungsi ini digunakan untuk mengukur panjang karakter sebuah string. Sintaksnya adalah sebagai berikut:

Strlen(string)
Sebuah spasi akan dihitung sebagai sebuah karakter.
Contoh:
$str = "Test jumlah variabel";
$pj = strlen($str);
// variabel $pj bernilai 18
Fungsi Strrev()
Fungsi ini digunakan untuk membalik urutan karakter-karakter penyusun string dari depan ke belakang menjadi dari belakang ke depan. Dengan kata lain fungsi ini digunakan untuk membaca string secara terbalik.
Strrev(string)
Contoh:
<?php $str = "Belajar PHP itu mudah";
echo strrev($str);
// hasilnya adalah "hadum uti PHP rajaleB" ?>
Fungsi Str_replace()
Fungsi ini digunakan untuk mengganti suatu string dengan string yang lain. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
Str_replace(yang_diganti,pengganti,tujuan)
Parameter yang_diganti menunjukkan string yang akan diganti.
Parameter pengganti menunjukkan string yang akan menggantikannya.
Parameter tujuan adalah string secara keseluruhan yang didalamnya mengandung string yang_diganti. Bisa juga merujuk pada variabel tertentu yang berisi sebuah string.
Contoh:
<?php $str = "Belajar PHP itu sulit";
echo str_replace("sulit","mudah", $str);
// hasilnya adalah "Belajar PHP itu mudah" ?>
Fungsi Substr()
Fungsi ini digunakan untuk mengambil atau memotong suatu bagian sebuah string dan menampilkannya sebagai sebuah string tersendiri. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
Substr(string,mulai[,panjang])
String akan diambil atau dipotong mulai dari karakter yang terletak pada nomor yang ditunjukkan oleh parameter mulai dengan jumlah sebanyak angka yang ditunjukkan oleh parameter panjang.
Contoh:
$rest = substr ("abcdef", 1);    // menghasilkan "bcdef"
$rest = substr ("abcdef", 1, 3); // menghasilkan "bcd"
Parameter mulai juga dapat diisi dengan negatif. Jika negatif, maka perhitungan dimulai dari karakter yang paling belakang.
Contoh:
$rest = substr ("abcdef", -1);    // menghasilkan "f"
$rest = substr ("abcdef", -2);    // menghasilkan "ef"
$rest = substr ("abcdef", -3, 1); // menghasilkan "d"

Fungsi Strtolower() dan Strtoupper()

Kedua fungsi ini digunakan untuk mengkonversi string menjadi huruf kapital semua atau huruf kecil semua. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
Strtolower(string)
Strtoupper(string)
Contoh:
$str = "StrINg inI terDiRi DARi hurUF beSAr dan KECIl";
echo strtolower($str);
// hasilnya adalah: "string ini terdiri dari huruf besar dan kecil"
echo strtoupper($str);
// hasilnya adalah: "STRING INI TERDIRI DARI HURUF BESAR DAN KECIL"
Fungsi Strpos()
Fungsi ini digunakan untuk mengetahui posisi sebuah string di dalam string yang lain. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
Strpos(tujuan,pencari)
Jika pada string tujuan terdapat lebih dari satu karakter yang dicari oleh karakter pencari, maka karakter pertama yang ditemukan yang akan dipakai.
Contoh:
$str = "bambang";
$cari = strpos($str,”b”);
// echo $cari akan menghasilkan 0
Perhatikan bahwa sangat mudah terjadi kebingungan antara karakter yang ditemukan pada posisi ke nol dengan karakter tidak ditemukan. Oleh karena itu diperlukan suatu cara untuk membedakannya, sebagai berikut:
<?php // pada PHP 4.0b3 dan terbaru:
$pos = strpos ($str, "b");
if ($pos === false) { // perhatikan jumlah tanda = ada 3
echo "Tidak ditemukan";
}

// pada PHP sebelum 4.0b3:
$pos = strpos ($str, "b");
if (is_string ($pos) && !$pos) {
echo "Tidak ditemukan"; ?>
Mungkin saja Anda bingung, untuk apa sih semua fungsi-fungsi tersebut? Memang saat diterangkan fungsi-fungsi tersebut nampaknya hanya untuk main-main string saja, tetapi nanti jika pembahasan kita telah masuk lebih dalam dan mulai membangun sebuah aplikasi web, fungsi-fungsi tersebut baru akan nampak kegunaannya. Tetapi tidak mungkin membangun suatu aplikasi web tanpa belajar dasarnya dulu, bukan :-p?, selamat mencoba.

Fungsi-Fungsi PHP


Fungsi merupakan alat bantu pemrograman yang memberikan kemudahan dalam melakukan suatu tugas tertentu. Isi dari sebuah fungsi sebenarnya adalah rangkaian dari perintah-perintah pemrograman, entah panjang atau pendek, yang dirangkai sedemikian rupa sehingga menjadi 1 perintah saja. Ada begitu banyak fungsi yang disediakan oleh PHP. Selain itu PHP juga menyediakan fitur untuk membuat fungsi sendiri (seringkali disebut dengan UDF atau User Defined Function). Fungsi-fungsi yang spesifik untuk kasus tertentu mungkin tidak akan dibahas atau mungkin juga akan dibahas dalam artikel lain yang berisi tentang kasus spesifik tadi.
Kita akan mulai bahasan kita dari fungsi tanggal dan waktu. Fungsi tanggal dan waktu – sesuai dengan namanya – digunakan untuk pengolahan tanggal dan waktu. Beberapa fungsi yang akan dibahas adalah fungsi checkdate(), fungsi date(), dan fungsi getdate().
  
Fungsi checkdate()
Fungsi checkdate() digunakan untuk memeriksa keabsahan suatu bentuk tanggal gregorian, atau bentuk tanggal internasional yang kita anut sekarang. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
checkdate(bulan, hari, tahun)
Bulan adalah angka integer 1 sampai dengan 12 yang mewakili bulan Januari sampai dengan Desember.
Hari adalah angka integer yang menunjukkan hari dalam 1 bulan. Angka yang valid adalah 1 hingga 30 atau 31 (untuk bulan Februari 1 hingga 28 atau 29).
Tahun adalah angka integer yang menunjukkan tahun. Angka yang valid adalah 1 hingga 32767. Contoh penggunaannya dalam skrip PHP adalah sebagai berikut:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Fungsi CheckDate </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Apakah tanggal 27 Februari 1982 valid? <br />
<?php
$tes_tanggal = checkdate(2,27,1982);
if ($tes_tanggal==true) {
    echo "Ya, tanggal tersebut valid";
} else {
    echo "Tidak, tanggal tersebut tidak valid";
}
?>
<br />
<br />
Apakah tanggal 13 Juni 1982 valid? <br />
<?php
$tes_tanggal = checkdate(6,13,1982);
if ($tes_tanggal==true) {
    echo "Ya, tanggal tersebut valid";
} else {
    echo "Tidak, tanggal tersebut tidak valid";
}
?>
</BODY>
</HTML>
Fungsi date()
Fungsi date digunakan untuk menampilkan tanggal dan/atau waktu sekarang. Sintaks penggunaannya adalah sebagai berikut:
date(format[,timestamp])
Format adalah karakter-karakter yang digunakan untuk memformat tampilan tanggal dan/atau waktu.
Timestamp adalah waktu yang diukur dari jumlah detik sejak waktu UNIX Epoch, yaitu 1 Januari 1970, 00:00:00 GMT. Maksudnya adalah jika angka timestamp dituliskan 10 itu berarti tanggal yang dimaksud adalah 1 January 1970, 00:00:10 GMT. Waktu ini akan menyesuaikan dengan waktu lokal, jadi jika waktu lokal Indonesia adalah GMT +7, maka jika angka timestamp dituliskan 10 itu berarti tanggal yang dimaksud adalah 1 January 1970, 07:00:10. Jika timestamp tidak disebutkan, maka yang diambil adalah waktu lokal pada saat itu.
Karakter-karakter yang digunakan untuk format adalah:
Karakter
Arti
a
"am" atau "pm"
A
"AM" atau "PM"
B
Swatch Internet time
d
Hari dalam satu bulan, 2 digit dengan diawali nol, dari "01" sampai "31"
D
Hari dalam satu minggu, tekstual, 3 huruf; misal "Fri", “Sun”
F
Bulan, tekstual, lengkap, misalnya “March”, “May”
g
Jam, format 12 jam tanpa diawal nol, dari "1" sampai "12"
G
Jam, format 24 jam tanpa diawal nol, dari "1" sampai "23"
h
Jam, format 12 jam, dari "01" sampai "12"
H
Jam, format 24 jam, dari "00" sampai "23"
i
Menit, dari "00" sampai "59"
I
"1" jika Daylight Savings Time, "0" jika tidak.
j
Hari dalam satu bulan, tanpa diawali nol, dari "1" to "31"
l
Hari dalam satu minggu, tekstual, lengkap, misalnya "Friday", “Monday”.
L
Bernilai "1" untuk tahun kabisat, “0” untuk bukan.
m
Bulan dalam angka "01" sampai "12"
M
Bulan, tekstual, 3 huruf, misal "Jan", “Mar”
n
Bulan dalam angka tanpa diawali nol, dari "1" sampai "12"
r
Format tanggal RFC 822, misalnya "Thu, 21 Dec 2000 16:01:07 +0200"
s
Detik, dari "00" sampai "59"
S
Akhiran yang menunjukkan angka dalam Bahasa Inggris, tekstual, 2 huruf, misalnya "th", "nd"
t
Jumlah hari dalam satu bulan, dari "28" sampai "31"
T
Setting zona waktu pada komputer, misal "MDT"
U
Jumlah detik sejak Unix Epoch.
w
Hari dalam angka untuk satu minggu, "0" untuk Minggu sampai "6" Sabtu.
Y
Tahun, 4 digit, misal "2001"
y
Tahun, 2 digit, misal "99"
z
Hari dalam angka untuk satu tahun; dari "0" sampai "365"
Z
Setting zona waktu dalam detik, dari "-43200" sampai "43200". Sebelah barat UTC bernilai negatif, dan sebelah timur UTC bernilai positif.
Contoh penggunaannya adalah sebagai berikut:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Tanggal </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<font size="10px">
<?php
echo "Sekarang adalah tanggal ";
echo date('d-F-Y');
echo "<br />dan jam ";
echo date('h:i:s A');
?>
</FONT>
</BODY>
</HTML>

Fungsi getdate()
Fungsi getdate() digunakan untuk mengambil nilai waktu lokal sekarang atau waktu timestamp dan waktu memasukkannya ke dalam array asosiatif. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
getdate([timestamp])
Elemen array yang dapat dipergunakan adalah sebagai berikut:
  1. "minutes" = menit
  2. "seconds" = detik
  3. "mday" = hari dalam satu bulan
  4. "hours" = jam, dalam format 24 jam.
  5. "wday" = hari dalam satu minggu, numeris, 0 untuk minggu hingga 6 untuk sabtu
  6. "mon" = bulan, numeris.
  7. "year" = tahun, numeris.
  8. "yday" = hari dalam satu tahun, misalnya "299"
  9. "weekday" = hari dalam satu minggu, tekstual penuh, misalnya "Friday"
  10. "month" = bulan, tekstual penuh, misalnya "January"
Sebagai contoh misalnya ingin dibuat halaman selamat datang yang akan menyapa pengunjung dengan salam Selamat Pagi/Siang/Sore/Malam sesuai dengan waktu saat itu. Skripnya adalah sebagai berikut:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Getdate </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<center>
<h1>
<?php
$sekarang = getdate();
$bulan = $skr['month'];
$hari = $skr['mday'];
$tahun = $skr['year'];
$jam = $sekarang['hours'];
if ($jam <= 11) {
    echo "Selamat Pagi";
} elseif ($jam > 11 and $jam <= 15) {
    echo "Selamat Siang";
} elseif ($jam > 15 and $jam <= 18) {
    echo "Selamat Sore";
} elseif ($jam > 18) {
    echo "Selamat Malam";
}
?>
</h1>
<h2> Selamat datang</h2>
<h3> Sekarang adalah tanggal <?php echo "$hari $bulan $tahun"; ?></h3>
</BODY>
</HTML>
 Selamat mencoba..... :-D

Perintah require dan include dalam php


penggunaan include dan require
Perintah require() dan include() dalam php digunakan untuk menyisipkan isi file tertentu menjadi bagian file yang memanggilnya. Keduanya sangat identik dalam banyak hal, kecuali carapenanganan kegagalan. include() menghasilkan suatu peringatan, sedangkan require() menghasilkan pesan kesalahan Fatal Error. Meskipun demikian, jangan takut menggunakan require() apabila anda menginginkan suatu file yang tidak ditemukan menghentikan proses terhadap halaman tersebut. include() tidak menghentikan proses tetapi melanjutkannya, jadi pastikan anda membuat include_path/alamat file yang akan disertakan benar.
Berikut kita lihat cara penggunaan serta cara kerja keduanya :

Statement require() merupakan konstruksi bagi parser PHP yang digunakan untuk membuka file yang diberi dan membaca nilai variabel serta fungsi yang terdapat di dalamnya untuk kemudian mengeksekusinya. File akan diperlakukan sebagai suatu script mengeksekusinya. File akan diperlakukan sebagai suatu script PHP normal. Apabila file tersebut berisi tag-tag PHP, maka akan dievaluasi terlebih dahulu sebelum mengirimnya ke browser. Namun bila file hanya berisi teks biasa, maka file akan langsung ke browser. Statement require() tidak dapat dimasukkan dalam struktur perulangan karena hanya boleh dipanggil satu kali.
Cara penulisan :
<?php
  require(nama file);
?>

sama seperti statement require(), Statement include() jugamerupakan konstruksi bagi parser PHP yang digunakan untuk membuka dan membaca nilai variabel dari file yang dinyatakan serta fungsi yang terdapat didalamnya untuk kemudian mengeksekusinya. File akan diperlakukan sebagai suatu script mengeksekusinya. File akan diperlakukan sebagai suatu script PHP normal. Apabila file tersebut berisi tag-tag PHP, maka akan dievaluasi terlebih dahulu sebelum mengirimnya ke browser. Namun bila file hanya berisi teks biasa, maka file akan langsung ke browser. Tetapi Statement include() dapat dimasukkan dalam struktur perulangan.
Cara penulisan :
<?php
  include(nama file);
?>
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat

Membuat Tabel warna-warni dengan PHP


Membuat tabel warna-warni
Tentunya anda pernah melihat sebuah laporan yang disajikan secara unik dan menarik php. Misal, tabel tersebut dibuat dengan warna selang seling/warna-warni. Tujuan dibuat warna-warni seperti itu bukan hanya agar tampilan lebih menarik tapi juga bertujuan agar baris-baris data bisa terlihat dengan jelas. Bagaimana membuatnya dalam php?
Untuk membuat tabel warna-warni seperti pada gambar diatas, caranya sangat mudah. Secara logika kita hanya perlu melakukan perubahan warna pada setiap baris tabelnya. Misal tabel baris 1 warna biru, kedua warna kuning, kemudian kembali lagi warna biru dst. Dan dapat di asumsikan bahwa baris yang ganjil diberi warna biru, baris genap diberi warna kuning.
Berikut saya contohkan dengan menyusun tabel menggunakan perulangan for dalam php.
<?php
$baris= 1;
echo "<table width=\"400\" border=\"0\" cellpadding=\"3\" cellspacing=\"1\" bgcolor=\"#ffffff\">";
echo "<tr bgcolor=\"#00CC00\">";
echo "<th>No.</th>";
echo "<th>Nama</th>";
echo "<th>Alamat</th>";
echo "</tr>";
for($i=1; $i<=10;$i++) {
    $warna= ($baris% 2 == 1) ? "#cccccc" : "#99FF99";
    echo "<tr bgcolor=\"".$warna."\">";
    echo "<td>$i</td>";
    echo "<td>Nama $i</td>";
    echo "<td>Alamat $i</td>";
    echo "</tr>";
    $baris++;
}
echo "</table>";
?>
Contoh kode php diatas dimulai dengan membuat sebuah variabel dengan nama $baris, kemudian memberi nilai awal dengan 1. Kemudian menuliskan perintah pembuka tabel lengkap dengan atributnya, lalu membuat tabel header dengan perintah th. Lalu mulai membuat baris datanya dalam perulangan for.
Pada saat $baris dibagi dua menghasilkan nilai sisa bagi 1 (ganjil) maka baris tersebut diberi dengan warna #cccccc, selain itu maka diberi warna #99FF99.
Hal tersebut akan diulang sebanyak 10 baris sesuai dengan nilai max perulangan dan pada setiap perubahan nilai $i maka nilai $baris juga ditambah 1.
Bagaimana jika diterapkan dalam bentuk laporan database mysql? Hanya sedikit perlu melakukan perubahan dari script awal, yaitu menghubungan dengan data yang tersimpan dalam database mysql.
Lihat perubahannya berikut :
<?php
    include("koneksi.php");
    $baris= 1;
    echo "<table width=\"400\" border=\"0\" cellpadding=\"3\" cellspacing=\"1\" bgcolor=\"#ffffff\">";
    echo "<tr bgcolor=\"#00CC00\">";
    echo "<th>NIM</th>";
    echo "<th>Nama</th>";
    echo "<th>Alamat</th>";
    echo "</tr>";
    $myquery="select nim,nama,alamat from tb_mahasiswa";
    $daftarsiswa=mysql_query($myquery) or die (mysql_error());
    while($dataku=mysql_fetch_object($daftarsiswa))
    {   
        $warna= ($baris% 2 == 1) ? "#cccccc" : "#99FF99";
        echo "<tr bgcolor=\"".$warna."\">";
        echo "<td>".$dataku->nim."</td>";
        echo "<td>".$dataku->nama."</td>";
        echo "<td>".$dataku->alamat."</td>";
        echo "</tr>";
        $baris++;
    }
    echo "</table>";
?>
Kode diatas akan menghasilkan laporan seperti berikut :
tabel warna selang seling
Script laporan diatas saya ambilkan dari contoh laporan yang pernah saya bahas padaLaporan Aplikasi Data Mahasiswa
Jika ada masukan atau pertanyaan jangan sungakn mengisi komentar dibawah. Semoga bermanfaat.

Cara Menuliskan CSS dan HTML dalam PHP


cara menuliskan html dan css dalam php
Mungkin anda sudah mengetahui bahwa PHP bekerja disisi server sedangkan HTML dan CSS bekerja disisi klien. Ketiganya bisa saling melengkapi sehingga menghasilkan halaman web yang dinamis dengan tampilan yang menarik. Berikut ini saya akan berbagi tentang bagaimana menuliskan css dan html tersebut dalam php.
Sebelum saya buatkan contoh penggabungan ketiganya, sebaiknya saya ingatkan dulu agar tidak ada salah persepsi tentang cara kerja php, bahwa :
  • PHP harus dijalankan dengan bantuan web server
  • PHP harus disimpan dalam file dengan ekstensi .php
  • PHP harus diawali dengan tanda <?php dan diakhiri dengan tanda ?>
Jika belum jelas tentang hal diatas sebaiknya anda membaca dulu tulisan saya tentang Installasi Web Server di lingkungan Windows dan Cara Membuat dan Menjalankan PHP
Lanjutkan, berikut ini saya akan buatkan beberapa contoh kasus penggabungan html dan css dalam php.

<html>
<head>
<title>Contoh PHP disisipkan dalam HTML</title>
</head>
<body>
<h1>Helllo </h1>
<?php
  echo "Selamat malam"; //Ini contoh komentar php
?>
<p>Saya sedang belajar di blog zainalhakim.web.id</p>
</body>
</html>
Dengan penulisan seperti diatas, pada saat file tersebut dijalankan maka web server akan mengirimkan langsung ke browser perintah-perintah yang berada sebelum script php, kemudian memproses baris php yang diawali dengan <?php s/d ?> dan mengirimkannya ke browser, kemudian dilanjutkan dengan mengirimkan kembali perintah html yang berada setelah php sampai selesai.
Jika anda menggunakan aplikasi editor web visual yang bisa langsung melihat hasilnya seperti dreamweaver, yang tampil di layar editor seperti gambar berikut :
penggabungan html dengan php
Dari gambar bisa dilihat bahwa script php yang disipkan hanya bisa terlihat seperti gambar yang saya lingkari, dan akan terlihat hasilnya jika sudah dijalankan.

<?php
    echo "<html>";
    echo "<head>";
    echo "<title>Contoh PHP disisipkan dalam HTML</title>";
    echo "</head>";
    echo "<body>";
    echo "<h1>Helllo </h1>";
    echo "Selamat malam"; //Ini contoh komentar php
    echo "<p align=\"center\">Saya sedang belajar di blog zainalhakim.web.id</p>";
    echo "</body>";
    echo "</html>";
?> 
Cara kerja serta penulisan kode diatas sedikit berbeda, pada saat filenya diakses maka web server akan memproses keseluruhan fungsi2 php yang dituliskan baru dikirim ke browser.
Cara lain untuk menuliskan html dalam php bisa dengan kode seperti berikut :
<?php
    echo '<html>';
    echo '<head>';
    echo '<title>Contoh PHP disisipkan dalam HTML</title>';
    echo '</head>';
    echo '<body>';
    echo '<h1>Helllo </h1>';
    echo 'Selamat malam'; //Ini contoh komentar php
    echo '<p align="center">Saya sedang belajar di blog zainalhakim.web.id</p>';
    echo '</body>';
    echo '</html>';
?> 
Perbedaan dengan cara pertama terletak pada tanda petik yang sebelumnya dengan petik dua, ditulis dengan petik satu. Lihat juga baris echo '<p align="center"...dst ini juga ditulis berbeda.
Dalam beberapa kasus, jika menggunakan cara pertama, kita bisa gabungkan dengan menuliskan variabel php misal :
<?php
   $nama="Ali";
   echo "<h1>Selamat malam $nama</h1>";
?>
Ini akan menghasilkan tulisan Selamat malam Ali. Tapi hal seperti ini tidak bisa dilakukan dengancara kedua karena hasilnya akan berbeda, misal :
<?php
   $nama="Ali";
   echo '<h1>Selamat malam $nama</h1>';
?>
Ini akan menghasilkan tulisan Selamat malam $nama, bukan menampilkan isi variabelnya. Jika ingin menggunakan cara kedua, maka harus dituliskan dengan cara :
<?php
   $nama="Ali";
   echo '<h1>Selamat malam '.$nama.'</h1>';
?>

Untuk menyisipkan CSS dalam php, caranya sama persis dengan menyisipkan HTML dalam PHP, contoh :
<?php
    echo "<html>";
    echo "<head>";
    echo "<title>Contoh PHP disisipkan dalam HTML</title>";
    echo "<link href=\"namafile.css\" rel=\"stylesheet\" type=\"text/css\" />";
    echo "</head>";
    echo "<body>";
    echo "<h1>Helllo </h1>";
    echo "Selamat malam"; //Ini contoh komentar php
    echo "<p align=\"center\">Saya sedang belajar di blog zainalhakim.web.id</p>";
    echo "</body>";
    echo "</html>";
?> 
Cara diatas digunakan jika yang disisipkan adalah file cssnya, dan jika bentuk deklarasi css akan ditulis seperti berikut :
<?php
    echo "<html>";
    echo "<head>";
    echo "<title>Contoh PHP disisipkan dalam HTML</title>";
    echo "<style type=\"text/css\">";
    echo ".contohcss1 { text-align:center; }";
    echo ".contohcss2 { text-align:left; }";
    echo "</style>";
    echo "</head>";
    echo "<body>";
    echo "<h1>Helllo </h1>";
    echo "Selamat malam"; //Ini contoh komentar php
    echo "<p align=\"center\">Saya sedang belajar di blog zainalhakim.web.id</p>";
    echo "</body>";
    echo "</html>";
?> 
Karena semua dituliskan dalam php maka otomatis hasil output akan menjadi satu baris (jika dilihat page source) seperti ini :
<html><head><title>Contoh PHP disisipkan dalam HTML</title></head><body><h1>Helllo </h1>Selamat malam<p>Saya sedang belajar di blog zainalhakim.web.id</p></body></html>
Jika ingin lebih rapi, anda bisa tambahkan \n pada tiap akhir baris phpnya, seperti berikut :
<?php
    echo "<html>\n";
    echo "<head>\n";
    echo "<title>Contoh PHP disisipkan dalam HTML</title>\n";
?> 
\n digunakan untuk memisah baris output yang dikirimkan.
Beberapa kondisi, jika memang diperlukan (kesulitan menyisipkan kode yang dijalankan disisi klien) anda bisa sisipkan dengan cara :
<?php
    echo "<html>";
    echo "<head>";
    echo "<title>Contoh PHP disisipkan dalam HTML</title>";
    echo "</head>";
    echo "<body>";
    echo "<h1>Helllo </h1>";
    echo "Selamat malam"; //Ini contoh komentar php
    echo "<p align=\"center\">Saya sedang belajar di blog zainalhakim.web.id</p>";
?>
Anda bisa sisipkan kode javascript, html atau css dengan cara ini.
Cara ini digunakan jika memang script yang ditulis agak rumit diterapkan dalam php.
<?php
    echo "</body>";
    echo "</html>";
?> 
Jika anda menggunakan web editor visual dan menuliskan semua kode html dan css dalam php, maka tampilan visualnya tidak akan terlihat. Jadi anda harus bekerja dalam mode code, dan hanya bisa melihat hasil dengan menjalankanya via web server.
Semoga bermanfaat, jika ada masukan atau koreksi, silahkan isi komentar dibawah.

Postingan Lama Beranda