Tampilkan postingan dengan label Java Progamming. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Java Progamming. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Desember 2012

Operator Logika

Operator logika javascript digunakan untuk menentukan logika antara variabel atau nilai.
Contoh kita ingin menentukan apakah x = 6 dan Y = 3 nilainya keduanya benar atau tidak.


Operator Arti Contoh
&& Dan (x < 10 && y > 1) bernilai benar
|| Atau (x==5 || y==5) bernilai salah
! Negasi atau lawan kata !(x==y) is true

Operator tersebut dapat digunakan juga pada pernyataan bersyarat, misal:
panggil=(sex==”Pria”) ?”Mas”:”Mbak”;
ketika ada variabel sex yang bernilai Pria, maka variabel panggil akan bernilai Mas
Akhirnya selesai juga materi belajar javascript untuk operator.

Belajar JavaScript Statement

Kita telah mempelajari di mana kita bisa meletakkan kode javascript dalam materi belajar javascript sebelumnya. Materi belajar javascript kali ini adalah tentang Javascript Statement.
Dalam dunia pemrograman, statement adalah pernyataan yang dituliskan berupa kode-kode yang dikenal oleh komputer sesuai aturan bahasa pemrograman yang bersangkutan agar dapat diesekusi dengan benar oleh sistem.
Tidak seperti HTML, dalam penulisan javscript statement ini bersifat case-sensitive yang artinya huruf besar/capital berbeda dengan huruf kecil/lowercase, jadi disarankan anda untuk lebih berhati-hati dalam penulisan command, variable, obyek dan fungsi.
Berikut ini adalah contoh javascript statement, penulisan “Belajar Javascript” pada sebuah web :
?
1
document.write("Belajar Javascript");
Normal-normal saja untuk menambahkan titik koma pada tiap akhir statement, dan kebanyakan orang berpikir bahwa itu adalah baik padahal sebenarnya “titik koma” adalah opsional. Kenapa kebanyakan programmer menggunakan titik koma karena menggunakan titik koma memungkinkan untuk menulis beberapa laporan pada satu baris.
Kode Javascript
Kode Javascript adalah urutan dari pernyataan yang nantinya akan dieksekusi oleh browser sesuai dengan urutan yang ditulis. Perhatikan contoh dibawah ini, penulisan judul dan 2 paragraf
1
2
3
4
5
6
7
8
9
<script type="text/javascript">
document.write("<h1>Ini Judul</h1>");
document.write("<p>Ini Paragfar.</p>");
document.write("<p>Ini paragraph yang lain.</p>");
</script>
Javascript Block
Seperti halnya CSS, Javascript statement juga dikelompokkan dalam beberapa block. Block dimulai dengan kurung kurawal kiri “{“ dan diakhiri dengan kurung kurawal kanan “}” .
Tujuan dibuat block adalah agar dalam pengekesekusian urutan dilakukan secara bersama. Seperti contoh dibawah ini penulisan judul dan 2 paragraf menggunakan block.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
<script type="text/javascript">
{
document.write("<h1>Ini Judul</h1>");
document.write("<p>Ini Paragfar.</p>");
document.write("<p>Ini paragraph yang lain.</p>");
}
</script>
Javascript Statement di atas hanya menunjukkan penggunaan block. Biasanya Block digunakan untuk kelompok Javascript statement dalam sebuah fungsi (function ) dan kondisi(condition) dimana sekelompok Javascript statement itu harus dieksekusi. Nah, bagaimana functions dan condition digunakan dalam javascript? Kita akan membahasnya dalam materi belajar javascript berikutnya.

Perintah Percabangan

Javascript juga mengenal perintah percabangan if…..else, sama dengan PHP yang fungsinya sama yaitu sebagai perintah bersyarat dimana perintah akan dilakukan apabila persyaratan-persyaratan sudah terpenuhi.
Perintah percabangan Javascript If…Else yang merupakan pernyataan kondisional ini digunakan untuk melakukan tindakan yang berbeda berdasarkan pada kondisi yang berbeda juga. Perintah ini juga digunakan apabila sebuah persyaratan tidak terpenuhi maka akan berlanjut pada persyaratan selanjutnya dan diakhiri dengan sebuah persyaratan yang terpenuhi hingga sebuah kode di eksekusi.
Dalam perintah percabangan javascrit terdapat beberapa pernyataan kondisional, yaitu :

  • If statement digunakan untuk mengeksekusi beberapa kode hanya jika kondisi tertentu adalah benar
  • If…Else statement digunakan untuk mengeksekusi beberapa kode jika kondisi benar dan kode lain jika kondisi salah
  • F..lseIf…Else Staement digunakan untuk memilih salah satu dari banyak blok kode yang akan dieksekusi
  • Switch statement digunakan untuk memilih salah satu dari banyak blok kode yang akan dieksekusi

Pernyataan IF

Sintaks untuk pernyataan IF dalam Javascript adalah sebagai berikut:
if (kondisi)
{
Kode kalau if bernilai benar
}
Contoh kodenya :
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
<script type="text/javascript">
//Tampilkan "Selamat Pagi" JIKA
//variabel time kurang dari 10
  
var d=new Date();
var time=d.getHours();
if (time<10)
{
document.write("<b>Selamat Pagi</b>");
}
</script>
Hasil dari kode diatas adalah :
Selamat Pagi
Ternyata pernyataan IF dalam javascript sangat sederhana bukan? Dengan pernyataan IF ini, kita bisa membuat program Javascript yang kita buat mulai berpikir seperti yang pernah saya bahas dalam tutorial belajar PHP. Selamat mencoba.

Operator Aritmatika dalam Pemrograman Java


Untuk membuat program yang terdapat operasi matematika dalam Java, kita menggunakan operator aritmatika.Sama seperti pemrograman C++, Java juga memiliki operator aritmatika. Operator-operator aritmatika Java dapat kalian lihat pada tabel dibawah ini: Itulah operator aritmatika yang terdapat dalam Java. Jika terdapat contoh expresi seperti berikut: 1 + 2 * 3 Maka hasilnya adalah 7, bukan 9, karena operator * (perkalian) dikerjakan terlebih dahulu. Operator * (kali), / (bagi), dan % (sisa pembagian / modulus) mempunyai prioritas yang lebih tinggi daripada operator + (tambah) dan - (kurang). Sebagai contoh, saya akan memberikan contoh program sederhana mengenai penggunaan operator aritmatika dalam Java.

 import java.util.*;

public class Aritmatika

{

 public static void main(String[] args)

{

 Scanner input = new Scanner(System.in);

  int bil1, bil2;

  System.out.print("Masukkan bilangan 1: ");
  bil1 = input.nextInt();
  System.out.print("Masukkan bilangan 2: ");
 bil2 = input.nextInt();

System.out.println("\n");

System.out.println(bil1+" + "+bil2+" = "+ (bil1+bil2));
System.out.println(bil1+" - "+bil2+" = "+ (bil1-bil2));
System.out.println(bil1+" x "+bil2+" = "+ (bil1*bil2));
System.out.println(bil1+" : "+bil2+" = "+ (bil1/bil2)+"\n\n");
System.out.println("Modulus: 12 % 5 = "+ (12%5)+"\n\n");
System.out.println(bil1+" + "+bil2+" x "+bil1+" = "+ (bil1+bil2*bil1));

 }

 }

Sekian yang dapat saya jelaskan. Semoga berguna.

Operator Perbandingan (Relasional) dalam Java



Selain operator aritmatika, dalam pemrograman java juga terdapat operator perbandingan atau operator relasional. Operator perbandingan yang digunakan dalam pemrograman java dapat kalian lihat pada gambar disamping. Ekspresi yang menggunakan operator relasional akan menghasilkan nilai benar (true) atau salah (false). Dan operator perbandingan ini hanya dapat digunakan atau hanya berlaku khusus untuk tipe data primitif saja, seperti integer, double, dan lainnya (String tidak termasuk). Sebagai contoh untuk lebih mudah memahami operator perbandingan ini, lihatlah contoh program dibawah.

public class Perbandingan
{
public static void
 main(String[] args)
{
int a=2;
int b=4;
System.out.println(a+" == "+b+ ": "+(a==b));
System.out.println(a+" != "+b+ ": "+(a!=b));
System.out.println(a+" > "+b+ ": "+(a>b));
System.out.println(a+" >= "+b+ ": "+(a>=b));
System.out.println(a+" < "+b+ ": "+(a
System.out.println(a+" <= "+b+ ": "+(a<=b));
 }
 }

 Semoga berguna.


Postingan Lama Beranda